Rafting??? Siapa Takut !!!

Author: admin  //  Category: Acara DOANK

Minggu 24 Agustus 2008 Komunitas Kreatifitas Kandank Jurank Doank beserta anak-anak sekolah alam mengarungi jeram di Sungai Cicatih, Sukabumi. Setelah sebelumnya pada tanggal 22 Juni 2008 Bapak Firdaus beserta Tim Riam Jeram berkunjung ke Kandank Jurank Doank dan mengundang kami untuk mengikuti petualangan rafting yang sesungguhnya.

Pukul 6 pagi kami berangkat dari Kandank Jurank Doank, sekitar pukul 9 pagi kami tiba di Meeting Point, turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan angkot hingga 9 km. Tibalah kami di Bojongkerta. Di sini para peserta diberikan briefing oleh Tim RJ (Riam Jeram). Peserta terdiri dari kurang lebih 50 orang crew dan 50 anak sekolah alam yang dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 2-3 crew, 3 anak, dan 1 orang instruktur/guide yang akan menaiki sebuah perahu karet. Untuk safety peserta dilengkapi dengan pelampung (yang mampu menahan hingga 100kg) dan helm. Kami pun mulai menaiki perahu-perahu tersebut. Pengalaman baru yang menyenangkan bagiku. Kami mulai memprakterkkan teori-teori dasar yang sebelumnya diberitahukan, seperti komando : maju, mundur, pindah kanan, pindah kiri, BOOM, dsb. Setelah itu kami mulai mengarungi jeram yang diapit oleh tebing terjal yang sangat indah di kanan kirinya. Saat arus tenang kami menceburkan diri, hmm….dingin, namun airnya sangat nyaman ketika menyentuh kulit. Segar. Berenang di sungai yang alami seperti ini sangat menyenangkan, ditambah lagi pemandangan yang indah meskipun saat itu air terkotori oleh serbuk-serbuk kayu dari penebangan yang dilakukan di pinggir sungai.

Tak berapa lama kami pun menaiki perahu kembali dan mengarungi jeram. Jeram pertama yang kami lewati dinamakan Jeram Ngehek, kemudian diikuti dengan Jeram Jontor, Jeram Kuku Patah, dan Jeram Gigi. Rupanya tiap jeram memiliki arti tersendiri, seperti jeram Kuku Patah yang katanya dinamakan sesuai dengan pengalaman seseorang yang saat melewati jeram ini mengalami patah kuku. Kami mengarungi jeram demi jeram dengan mengikuti instruksi para guide, dan saat kami terjebak dalam sebuah jeram ternyata ada Resque Team yang siap membantu. Kekompakan, koordinasi, komunikasi sangat dibutuhkan untuk problem solving. Ketika berhasil melewati jeram kami pun dalam satu team merasa sangat puas. Jeram demi jeram kami lewati, rasa haus mulai mendera kami. Alhamdulillah pada Km 6 kami dapat beristirahat, pihak RJ rupanya telah menyiapkan kudapan dan juga Kelapa Muda. Dahaga kami pun terpuaskan, namun belum puas tanpa foto-foto. Kami pun mengabadikan moment seru tersebut, bersama wartawan dan Bang dik tentunya. Setelah itu kami kembali mendayung, rasanya otot bisep mulai mengencang, beberapa orang pun berganti posisi, yang kanan pindah ke kiri dan begitu juga sebaliknya.

Rupanya jeram-jeram berikutnya semakin menantang. Beberapa perahu hampir terbalik, namun karena saat itu debit air berada 30cm dibawah normal maka tidak ada perahu yang sampai terbalik. Ketika saya menanyakan pada Instruktur rupanya tingkat kesulitan saat menempati Grade II, namun tetap aman untuk tingkat pemula. Rupanya perjalan yang kami lakukan tergolong dalam Adventure Trip dengan Route Bojongkerta – Leuwilalay sepanjang 12km.  Saat kedalaman cukup dangkal beberapa peserta pun kembali menceburkan diri untuk berenang, namun beberapa orang yang takut berhasil diceburkan dan terbukti mereka tidak cedera, bahkan hal tersebut membuat ketakutan mereka mulai menghilang dan menjadi lebih berani. Jeram-jeram terakhir sangat menegangkan, seperti Jeram Asmara, Jeram Kerinduan dan yang terakhir Jeram Maskot, kami harus kompak kapan harus mendayung maju, kapan harus mendayung mundur, kapan harus stop, berpegangan pada tali hingga menunduk saat akan membentur tebing dan batu. Keberhasilan kami mengarungi jeram-jeram tersebut sangat bergantung pada instrktur yang berpengalaman, merekalah yang memberikan komando dan yang mengendalikan arah. Namun kadang keisengan mereka pun muncul, mereka mengerjai kami dengan membenturkan perahu pada tebing, kami pun terguncang, tapi keseruan seperti inilah yang menambah keakraban diantara kami. 12 km pun berhasil kami lalui dalam 3 jam. Kami pun harus meninggalkan aliran air yang berasal dari dua sumber yaitu Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang menuju Pelabuhan Ratu. Kami menaikki tangga menuju tempat finish. Dayung, pelampung dan helm kami serahkan kembali pada Team. Sayang sekali semua begitu cepat berlalu. Kecerian terlihat wajah masing-masing peserta.

Tidak hanya itu kami pun kemudian dimanjakan dengan segelas teh hangat dan makanan yang membuat kami sadar bahwa perut kami mulai berbunyi. Kami pun makan, berepa orang secara bergantian membilas tubuh mereka. Setelah semuanya selesai kami masih ditawari untuk bermain flying fox, namun sayang saat itu waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB, waktunya untuk pulang. Terima Kasih semuanya, Bapak Daus, Tim RJ, para wartawan, dan tentu saja Bang Dik. Kami sangat senang hari itu. Dan…rupanya kami semua tidak puas hanya hari itu saja, kami pun merecanakan untuk kembali kesana pada bulan Desember ketika debit air normal dan tantangan menunggu kami disana.

Rafting??? Siapa Takut !!!

Back to the Future buy Goodfellas rip

Kickin It Old Skool the movie

Kontributor : April

Jomblo Itu Nikmat ?!

Author: admin  //  Category: Uncategorized

Acara Minggu Ini..!!!

Author: admin  //  Category: Acara DOANK

Kickin It Old Skool movie downloadScooby-Doo! And the Legend of the Vampire release